5 Kelucuan Pasangan Pengantin Baru dalam Mempersiapkan Lebaran

5 Kelucuan Pasangan Pengantin Baru dalam Mempersiapkan Lebaran

Buat yang baru menikah, tentu akan terdapat saja hal-hal menarik yang terjadi dalam lokasi tinggal tangganya. Dari mulai terkuaknya kebiasaan-kebiasaan mengherankan seperti kentut yang durasinya per menit, sampai urusan yang agak krusial seperti penataan keuangan. Wajar saja lho ini terjadi, namanya pun masih adaptasi 🙂

Terlebih ketika mendekati lebaran seperti kini ini, nyaris semua pasangan muda sedang riweh-riwehnya mempersiapkan semua, tergolong memantapkan susunan belanjaan yang bakal dibeli. Uniknya, nggak hanya satu dua hari saja, persiapan demi persiapan yang barangkali saja memunculkan pertengkaran kecil ini akan dilangsungkan berhari-hari. Tapi, nggak akan lumayan sih bila cuma dibicarakan di sini, simak aja yuk kelucuan demi kelucuan yang sukses Sedayubet Community rangkum ini!

5 Kelucuan Pasangan Pengantin Baru dalam Mempersiapkan Lebaran
5 Kelucuan Pasangan Pengantin Baru dalam Mempersiapkan Lebaran

1. Lebarannya kapan, nyiapin susunan belanjaannya kapan 🙁 Inilah yang namanya istri, tentu ribet dan teliti banget!

“Pokoknya aku nggak inginkan ya Mas bila nanti opor ayamnya hingga kehabisan di rumah, anda kudu banget memuliakan tamu! Sini bantuin aku nyusun list belanjaan…”

Bukan hanya pengantin baru, istri-istri yang telah menyandang sebagai ibu-ibu senior pun pasti akan mengerjakan hal ini. Persiapan demi persiapan juga akan dilaksanakan secara matang, dengan atau tanpa pertolongan suami. Jangankan hal-hal besar, yang sepele laksana merek santan yang akan digunakan untuk menciptakan opor juga sudah tentu disiapkan sedemikian rupa.

2. Milih baju baru sembari kalap karena tidak sedikit diskonan. Alhasil, pengeluaran yang mestinya bikin ngasih saku adik dan keponakan jadi berkurang 🙁

Terlebih bikin pasangan yang hidup di perantauan, mengusahakan yang terbaik sebelum kembali kampung ialah hal wajin yang butuh dilakukan. Dari mulai menukarkan duit baru, melakukan pembelian oleh-oleh sampai meluangkan budget khusus guna membagi-bagikan duit saku guna adik dan keponakan-keponakan.

Lucunya, nggak seluruh pasangan muda yang konsisten dengan urusan ini. Hehehe, kadang mereka pun dapat khilaf sebab godaan diskon baju, sepatu atau tas baru. Ya, mereka pun manusia. Eits, yang unsur ini nggak butuh ditiru, ya…

3. Mood nggak stabil sebab mengejar deadline sebelum lebaran. Bahkan, nggak saling sapa di lokasi tinggal pun telah menjadi urusan lumrah

“Yang, handukku di mana, ya?”

“Cari aja sendiri deh, aku lagi ngejar kerjaan nih… Bos udah ngomel mulu!”

Bukannya tanpa alasan, perubahan mood menjelang lebaran ini hampir dialami sebagian besar pasangan. Khususnya bikin mereka yang sama-sama bekerja, “mengejar’ kegiatan sebelum lebaran ialah hal mesti yang harus dilakukan. Seperti nggak ada opsi lain, pertengkaran kecil juga akan tidak jarang terjadi.

4. Tidur juga semakin nggak lelap menjelang hari H lebaran. Yes, ini sebab otak sedang mempersiapkan jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan absurd dari kiri-kanan

“Jadi, kapan kalian punya momongan?”

“Oh, jadi tambah kurus gini ya sesudah menikah…”

“Ih, baju lebaran tahun kemarin masih digunakan aja? Nggak sempet beli baju baru, ya?”

“Jadi gimana rasanya bermukim di lokasi tinggal baru, nyaman nggak?”

Yang namanya keluarga, tetangga atau teman-teman tentu akan punya sejuta pertanyaan kepadamu sebab sudah lama nggak bertemu. Ada dari mereka yang memang murni hendak tahu, namun lebih tidak sedikit di antara mereka yang kepo terhadap kehidupan lokasi tinggal tangga barumu. Imbasnya, jam tidurmu juga jadi tersita sebab membayangkan kengerian ini. Hiiii~

5. Servis motor atau mobil, ke salon hingga bebenah lokasi tinggal akan menjadi kegiatan wajib namun pun memancing pertengkaran

“Yang, balik jam berapa? Kok kunci rumah anda bawa sih?”

“Yaaa ampuuuuun aku masih di salon nih, tak sempat kuncinya kebawa! Kamu lompat dari atas aja gimana?”

“Yang, suamimu ini bukan Ninja Hatori, lhoooo…”

Drama demi drama menjelang lebaran pun kian terasa. Pasangan muda yang dulunya mesra dan ke mana-mana berdua, sekarang berubah sebaliknya sebab hari raya yang semakin dekat. Meski pada kesudahannya ini hanyalah “pertarungan” sementara, seluruh drama ini tentu akan dialami hampir seluruh pasangan muda yang bakal berlebaran. Yang jadi suami, sabar saja, ya…

Mau bagaimanapun, drama-drama tadi akan selesai seiring bertambahnya umur pernikahan, kok. Yang terpenting ialah rasa saling percaya dan paham bila pasanganmu ini pun punya tidak sedikit kekurangan. Tenang, urusan ini hanya sementara, sampai anda sadar bila kehidupan sesudah menikah tersebut luar biasa indahnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *