Penyebab Rambut Anda Botak dan Rontok

Penyebab Rambut Anda Botak dan Rontok

Kehilangan berhelai-helai rambut masing-masing hari ialah hal yang normal. Tapi tidak andai rambut rontok berlebihan sampai lebih dari 100 helai per hari.

Suka memerhatikan banyaknya rambut yang pokerbeken terkumpul di saluran pengasingan air atau dinding kamar mandi? Atau di handuk, sisir, dan lantai rumah? Atau bahkan mulai menyadari andai rambut Anda kian menipis dan meninggalkan “ruang lapang” di kepala?

Penyebab Rambut Anda Botak dan Rontok
Penyebab Rambut Anda Botak dan Rontok

Rambut rontok atau alopesia ialah penurunan jumlah rambut pada kulit kepala. Sebagian besar orang pernah merasakan rambut rontok. Merupakan sebuah hal yang normal guna kehilangan 100 helai rambut per harinya. Namun andai berlebihan, terkadang ada dalil medis yang menjadi penyebab kerontokan.

Kerontokan Rambut Akibat Perubahan Hormon

Pola kerontokan rambut dampak hormon dikenal dengan istilah medis sebagai alopesia androgenik. Kerontokan ini seringkali terjadi pada lelaki berusia di atas 50 tahun, atau pada perempuan setelah melalui masa menopause.

Hormon yang diperkirakan berperan dalam proses perontokan rambutmerupakan dihydrotestosterone(DHT). Hormon ini didapatkan oleh hormon progesteron. DHT akan mengakibatkan folikel rambut menciut sehingga lama kelamaan rambut bakal rontok.

Pada pria, pola kerontokan dampak hormon ini mempunyai sifat khas, yaknimenyusun lengkungan khas pada kedua sisi pelipis. Seiring berjalannya waktu, garis rambut bakal berbentuk laksana huruf “M”. Di samping di pelipis, puncak kepalapun akan merasakan kerontokan, sampai-sampai menjadi rontok rambut total.

Bentuk kerontokan yang bertolak belakang akan terjadi pada wanita. Kerontokandampak hormon pada perempuan akan terjadi di semua bagian rambut, tidak terpusat di wilayah tertentu saja. Kerontokan pada wanita pun jarang sekali memunculkan penipisan rambut di bagian-bagian tertentu.

Kerontokan Rambut Karena Alasan Lain

Selain sebab perubahan hormon, kerontokan rambut juga dapat terjadi dampak kondisi-kondisi tertentu, seperti:

Pengaruh gizi. Asupan gizi yang buruk dapat mengakibatkan helai rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis dan rapuh.

Zat kimia. Rambut yang terlalu tidak jarang menjalani proses kimia di salon pun lebih rentan merasakan kerontokan. Sering mengecat rambut dan meluruskannya secara permanen menciptakan batang rambut menjadi lebih rentan patah.

Diabetes, sindrom Down, dan hipertiroidisme. Ketiga situasi ini dapat menyebabkan kerontokan yang dinamakan alopesia areata yang ditandai dengan pitak seukuran koin besar. Kerontokan ini seringkali terjadi pada remaja serta kalangan dewasa muda. Namun mayoritas rambut penderitanya bakal kembali tumbuh sesudah satu tahun.

Efek samping obat-obatan. Kerontokan rambut juga dapat disebabkan oleh obat-obatan yang biasa dipakai untuk menangani arthritis, depresi, gangguan jantung, sertadesakan darah tinggi.

Tekanan psikologis. Tekanan psikologis (misalnya stres) dapat menyebabkan penderita merasakan penipisan rambut di kepala. Namun kerontokan laksana iniseringkali hanya mempunyai sifat sementara.

Penyakit kulit dan autoimun tertentu. Penyakit kulit yang mengakibatkan terbentuknya tukak dan sebanyak penyakit autoimun dapat menyebabkan kerontokan permanen. Contoh-contoh situasi tersebut di antaranya merupakan lichen planus, sarkoidosis, dan lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).

Pengobatan Kanker. Kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi dapat mengakibatkan jenis kerontokan rambut yang disebut anagen efluvium (kerontokan menyeluruh). Kerontokan ini pun bisa dominan  pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Namun beberapa besar permasalahan ini tidak mempunyai sifat permanen. Rambut seringkali dapat tumbuh pulang setelah sejumlah bulan berhenti menjalani kemoterapi.

Penanganan Kerontokan Rambut

Rambut rontok lazimnya adalahbagian dari reaksi alami tubuh dampak penuaan,sampai-sampai tidak membahayakan kesehatan Anda. Oleh sebab itu, gangguan ini jarang memerlukan penanganan medis. Tetapi andai kerontokan menjangkau tingkat yang mengkhawatirkan, tahapan penanganan berikut bisa dilakukan.

Kebotakan lelaki dapat ditangani dengan dua jenis obat, yaitu finasteride dan minoxidil. Sedangkan kebotakan perempuan ditangani dengan minoxidil.

Tujuan penanganan ini seringkali untuk dalil estetika. Keefektifan penanganan ini hanya dilangsungkan selama penderita memakai obat. Di samping obat-obatan, operasi transplantasi rambut juga dapat dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *